TOKO ALHAROMAIN
MENJUAL PAKAIAN JADI
D 54-D55 AND B19-B20
PASAR TANJUNG Amal yang Membuka Pintu Surga
Tidak seperti biasanya, hari
itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang ashar.
Fatimah
binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari
rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena
keperluan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada
Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun."
Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak
duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala."
"Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran isterinya begitu
tawakal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Walau demikian
Fatimah tidak menunjukkan sikap kecewa atau sedih.
Ali
lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan shalat berjamaah. Sepulang dari
shalat, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. "Maaf anak muda, betulkah
engkau Ali anaknya Abu Thalib?" Ali menjawab dengan heran. "Ya betul.
Ada apa, Tuan?". Orang tua itu mencari ke dalam kantongnya sesuatu seraya
berkata: "Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat
membayar upahnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab
engkaulah ahli warisnya." Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu
sebanyak 30 dinar.
Tentu
saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka
ketika Ali menceritakan kejadian itu. Dan ia menyuruh membelanjakannya semua
agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari-hari.
Ali
pun bergegas berangkat ke pasar. Sebelum masuk ke dalam pasar, ia melihat
seorang fakir menadahkan tangan, "Siapakah yang mau menghutangkan hartanya
karena Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal
di perjalanan." Tanpa berfikir panjang, Ali memberikan seluruh uangnya
kepada orang itu.
Pada waktu ia pulang dan Fatimah keheranan melihat
suaminya tidak membawa apa-apa, Ali menerangkan peristiwa yang baru saja
dialaminya. Fatimah, masih dalam senyum, berkata, "Keputusan kanda adalah
yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita
menghutangkan harta karena Allah daripada bersifat bakhil yang di murkai-Nya,
dan yang menutup pintu syurga untuk kita."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar